Kamis, 14 Februari 2013
Move
Hal yang lumrah jika terjadi kesalahpahaman sesama anggota. tak usahlah terlalu dipermasalahkan, tapi bukan berarti tidak kita dengarkan. Just take something that make us move.. selalu teringat kata-kata Pak Tnenji: lain kepala lain pemikiran. adakalanya kita mengabaikan perkataan orang lain untuk terus melangkah maju..
Kamis, 06 Desember 2012
Sikap Luhur Persaudaraan
Terinspirasi
saat berlangsungnya penulisan proposal, yang sebelumnya penulis membaca buku
Indahnya dalam Naungan Al-Qur’an dan buku Mendidik Anak Perempuan di Masa Kanak-kanak.
Assalamu'alakum wr wb
Menanamkan
Sikap Luhur Persaudaraan, Kasih Sayang,
dan
Pemaaf di Dalam Diri
Berusaha menanamkan sikap-sikap luhur di dalam diri sangat penting
diantaranya: jalinan persaudaraan yang
membangkitkan rasa yang mendalam akan kasih sayang, cinta, & penghormatan
terhadap semua orang dan terjalin ikatan akidah Islam. Hingga kita juga ikut merasakan
sakit atas deritanya.
Sebagai manusia kita memerlukan keteladanan kasih sayang dari orang
tua atau orang-orang terdekat. Sebab bagaimanapun juga, kasih sayang adalah
salah satu sifat dan moralitas yang harus dipegang oleh seorang muslim. Kasih
sayang merupakan satu sifat Allah, yang lebih Dia dahulukan dari pada
amarahNya.
Perlu ditegaskan bahwa kasih sayang seorang mukmin tidak hanya
terbatas pada saudara sesama mukmin saja, akan tetapi juga melebar pada seluruh
manusia yang ada di bumi anbiya. Ini merupakan kasih sayang yang membuat
manusia dapat berbicara melebihi hewan bisu.
Yang sering diremehkan adalah altruistis, yaitu sikap mementingkan
orang lain dari dirinya sendiri. Begitu yang penulis rasakan, saat kita berada
diposisi terjepit tentu akan lebih mengutamakan diri sendiri. Sikap ini sangat baik
ditanamkan mulai saat ini, membiasakan mengutamakan orang lain dalam wilayah
kebaikan dan kemashlahatan, dengan orientasi demi ridha Allah.
Adanya sayang karena terciptanya benci, ini yang melatih diri kita
agar senantiasa tegar. Kadang kita merasakan ketidak
adilan/tersakiti entah oleh teman; sahabat; kekasih; saudara; buah hati; bahkan
orang tua sendiri, yang perlu dilakukan hanyalah bersyukur
sebanyak-banyaknya karena Allah sudah mengizinkan
dia untuk hadir dalam hidup kita, dan percaya Allah akan memberikan yang
terbaik. Jangan abaikan dia yang sayang dengan kita, suatu hari kita akan merasa kehillangan saat dia sudah tidak ada di pentas bumi anbiya ini. Dibalik itu semua kita bisa belajar untuk
sabar dan bisa menyayangi semua orang tanpa pandang bulu. Semoga ikhlas dan
sabar senantiasa menemani langkah kita.
Salam
cinta untuk para pembaca dan orang-orang terkasih..
Selasa, 30 Oktober 2012
To: Khairatul Maghfirah
Jakarta, 31 Oktober 2012
11:10 WIB
Assalamu'alaikum
Allahuma shalli 'ala Muhammad.
Congrats... Kamu sudah makin tua satu tahun, Waktu berjalan tiada henti diiringi rembulan dan mentari, yang terbit dan tenggelam setiap hari mengiringi usiamu yang terus bertambah dari hari ke hari hingga saat ini….. selamat ulang tahun ira.. mudah2an panjang umur, sehat selalu & tercapai cita-cita.
semoga sabar dan tabah selalu bersama kita dalam menempuh perjalan panjang..
11:10 WIB
Assalamu'alaikum
Allahuma shalli 'ala Muhammad.
Congrats... Kamu sudah makin tua satu tahun, Waktu berjalan tiada henti diiringi rembulan dan mentari, yang terbit dan tenggelam setiap hari mengiringi usiamu yang terus bertambah dari hari ke hari hingga saat ini….. selamat ulang tahun ira.. mudah2an panjang umur, sehat selalu & tercapai cita-cita.
Senin, 29 Oktober 2012
JAR OF HEART
I know I can't take one more step towards you
Cause all thats waiting is regret
Don't you know I'm not your ghost anymore
You lost the love I loved the most
I learned to live, half alive
And now you want me one more time
Who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting a jar of hearts
Tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don't come back for me
Who do you think you are?
I hear you're asking all around
If I am anywhere to be found
But I have grown too strong
To ever fall back in your arms
Ive learned to live, half alive
And now you want me one more time
DEAR..It took so long just to feel alright
Remember how to put back the light in my eyes
I wish I had missed the first time that we kissed
Cause you broke all your promises
And now you're back
You don't get to get me back
Who do you think you are?
Cause all thats waiting is regret
Don't you know I'm not your ghost anymore
You lost the love I loved the most
I learned to live, half alive
And now you want me one more time
Who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting a jar of hearts
Tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don't come back for me
Who do you think you are?
I hear you're asking all around
If I am anywhere to be found
But I have grown too strong
To ever fall back in your arms
Ive learned to live, half alive
And now you want me one more time
DEAR..It took so long just to feel alright
Remember how to put back the light in my eyes
I wish I had missed the first time that we kissed
Cause you broke all your promises
And now you're back
You don't get to get me back
Who do you think you are?
Just Tell..
Jakarta, 18
Oktober 00:15 WIB
Alllllooow guysss salam semuaa:)
Sejenak menghilangkan kepenatan, kejenuhan karena banyaknya tugas
yang harus diselesaikan. Bukannya curcol nih guys he..
Sambil dengerin butiran debu jadi galau deh.. lebih dari 2 bulan
lagu ini nangkring di playlist gue, eiitss jangan berpikir gue lagi meresapi
kegalauan!! Tapi gue lagi belajar piano..
heehee. Ada juga nih guys.. lagu Christina Perry Jar of Heart, pianonya
lumayan.. kedengerannya biasa aja tapi kalo didengerin secara mendalam
terdengar elegan!! Kata gue.. ga percaya coba dengerin deh.
Emang bukan pianis profesional, tapi kan cita-cita itu ada.. walau
kadang terbesit impossible coz factor usia. Yang terpenting sekarang adalah
belajar, paling engga kan bisa untuk menghibur diri sendiri.
Merekam alunan nada engga seperti kita belajar matematika, yang
emang sudah jelas terlihat rumus dan jawabannya. Nada ini bersifat abstrak yang
hanya bisa didengar oleh telinga dan dirasakan oleh hati, yang menghasilkan
gejolak-gejolak emosi dalam jiwa (inilah yang sangat mempengaruhi pikiran/otak
manusia).
Alunan yang kita dengar bisa membuat kita semangat, rileks (melepas
kepenatan), membangkitkan gairah kemanusiaan, dan bahkan bisa membuat manusia
menjadi stress!! Engga bisa dibayangin deh seandainya kamu jadi stress because
of melody.. haaa
Yang jelas kalo kita udah berada dalam alunan melody seakan-akan
berada di dunia yang berbeda. Kadang aluan piano yang gue mainkan terdengar
indah dan sangat menggetarkan hati, biking gue merasa tenang, bisa juga bikin
gue nangis. Terkadang juga membuat gue merasa benci sesuatu, sehingga gue harus
tidur untuk menghilangkan amarah. Memang aneh, bukan abstrak namanya kalau
tidak aneh.. heehee. Yaaah paling engga gue bisa meluapkan emosi gue dengan
berpiano ria.. dari pada dari pada hohoho!!
Salam
bahagia untuk semua…
Jumat, 05 Oktober 2012
Menabur Pesan Ilahi
MENABUR PESAN ILAHI DENGAN
KECERDASAN
Nisrina NA
Alhamdullillaahirabbil'aalamiin..
ALLAHumma shalli 'alaa Muhammad.
ALLAHumma shalli 'alaa Muhammad.
Langit Jakarta 06 Okt 2012. 00:01 WIB
Assalamu’alaikum wr.wb
Dalam menuju
tingkatan yang lebih tinggi kita membutuhkan pijakan yang lebih kuat pula
tentunya. Semakin tinggi pohon semakin besar pula angin menerpa. Tak dapat
dipungkiri baik/buruknya sejarah merupakan bagian dari masa depan.. ini adalah
awal untuk mencapai titik terakhirku, dan akhir yang kutuju merupakan awal
untuk perjalan selanjutnya sampai kumenuju akhir dan akan memulai awal kembali
begitu seterusnya sampai batas waktu yang Sang Pencipta tentukan.
Dalam meneladani sifat Tuhan Yang Maha Sempurna dan Segala-galanya,
hendaklah kita terus menerus berupaya untuk terus menimba ilmu. Dalam upaya
tersebut kita dituntut agar dapat menggunakan secara maksimal seluruh potensi (panca
indera, akal dan kalbu) yang dianugerahkan Allah untuk meraih sebanyak mungkin
ilmu yang bermanfaat, bukan hanya ilmu yang berkenaan dengan seluruh
benda-benda yang ada di seluruh jagad raya ini, tetapi juga ilmu yang bersifat
non empiris, yang hanya dapat diraih dengan kesucia jiwa dan kejernihan kalbu.
Merujuk Firmannya dalam surat al-‘Alaq: 1-5
1. bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.
Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4.
yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5.
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Allah menyuruh kita untuk menuntut ilmu, tapi tidak dijelaskan apa
yang harus kita dipelajari. Ternyata
samar tapi jelas tegas bahwa jagad raya beserta seluruh isinya merupakan
suatu pengetahuan/pelajaran untuk manusia, tak terbatas apa-apa yang harus kita
pelajari.
Perlu diketahui, ilmu seseorang harus mengantarkannya kepada iman,
yang akan mendorongnya memberi nilai-nilai spiritual terhadap ilmu yang
diraihnya, mulai dari motivasi hingga tujuan dan pemanfaatannya.
Kecerdasan spiritual akan melahirkan kepekaan yang bersifat
supranatural dan religius. Dimensi spiritual mengantar manusia percaya kepada
kebenaran yang sebenarnya. Seseorang yang cerdas dalam spiritual insya Allah
dia sukses mengontrol intelektual dan emosional yang dia miliki.
Hawa nafsu/serakah adalah rasa tidak pernah puas yang akan selalu
mengajak kepada hal yang bersifat negative. Ia bagaikan air laut, semaikin
diminum semakin mengundang rasa haus. “Siapa yang
memilih dunia dengan mengorbankan akhirat, maka dunia pasti meninggalkannya dan
akhiratpun luput darinya.”
Begitu pentingnya spiritual yang harus dimiliki, karena dengan
spiritual tersebut intelektual dan emosional kita akan dituntun. Andai saja
kecerdasan ini tidak dibarengi, mungkin kita—bahkan kemanusiaan seluruhnya akan
terjerumus ke dalam jurang KEBINASAAN!!. Kita
akan menjadi kepompong yang membakar dirinya sendiri akibat “kepintarannya”. Perlu
diingat bahwa kebodohan bukanlah sekedar lawan dari berpengetahuan, bisa jadi
seseorang yang memiliki banyak informasi, tetapi informasi tersebut tidak
bermanfaat/dimanfaatkan olehnya.
Pesan penulis untuk kita semua:
salam menuju sukses untuk kita semua...
Jumat, 07 September 2012
Harun Nasution - Teologi Rasional
PENDAHULUAN
Harun Nasution
adalah sosok ilmuan Muslim yang amat berwibawa dan disegani oleh intelektual
Muslim, baik dalam maupun luar negeri, dan sekaligus menjadi sumber timbulnya
berbagai masalah yang menimbulkan perdebatan. Dilihat dari segi pribadinya,
beliau adalah seorang yang taat beribadah, berpola hidup sederhana, jujur,
amanah, dan rendah hati. Pribadi yang demikian itu merupakan salah satu sifat
yang harus dimiliki seorang pendidik. Mendengar
Nama Harun Nasution tidak lepas dari kata “Rasional”. Ia memiliki keahlian dalam
bidang teologi dan filsafat yang bercorak rasional dan liberal. Pemikiran teologi harun nasution merupakan gambaran dari
pemikiran gurunya yaitu Muhammad Abduh yang merupakan
seorang tokoh yang sangat berpengaruh terhadap teologi.
Salah satu
karyanya yang terkenal adalah Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran, yang
berisikan tentang corak pemikiran rasional agamis pada abad ke-19. Selain itu
buku ini juga membahas tentang sejarah Islam, yang mulanya berkembang pemikiran
rasional yang berkembang pada zaman klasik Islam (650-1250 M), kemudian
berkembang pemikiran tradisional pada zaman pertengahan Islam sekitar
(1250-1800 M).
Pemikiran
rasional dipengaruhi oleh persepsi tentang bagaimana tingginya kedudukan akal
seperti terdapat dalam AI-Quran dan hadits.
Dan mereka berkata: “Sekiranya Kami
mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah Kami Termasuk
penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Q. S.
Al-Mulk; 10)
Persepsi
ini bertemu dengan persepsi yang sama dari yunani melalui filsafat dan sains
Yunani yang berada di kota-kota pusat peradaban Yunani di Dunia Islam Zaman
Klasik, seperti Aleksandria (Mesir), Jundisyapur (Irak), Antakia (Syria),
Bactra (Persia). Disana memang telah berkembang pemikiran rasional Yunani.
Pertemuan
Islam dan peradaban Yunani melahirkan pemikiran rasional di kalangan ulama
Islam Zaman Klasik. Oleh karena itu, kalau
di Yunani berkembang pemikiran rasional yang sekular, maka dalam Islam Zaman
Klasik berkembang pemikiran rasional yang agamis. Pemikiran ulama filsafat dan
ulama sains, sebagaimana halnya pada para ulama dalam bidang agama sendiri,
terikat pada ajaran-ajaran yang terdapat dalam kedua sumber utama yaitu Qur’an
dan Hadits. Dengan demikian, dalam sejarah peradaban Islam, pemikiran para
filosof dan penemuan-penemuan ulama sains tidak ada yang bertentangan dengan
AI-Quran dan hadits.
Pembagian
pemikiran Islam ke dalam corak rasional dan tradisional berakibat menimbulkan
kesan yang kurang baik, khususnya bagi umat Islam itu sendiri, sehingga
diantara mereka sering membuat pernyataan-pernyataan yang bernada keras dan
tidak benar serta dapat mngancam persatuan dikalangan umat Islam. Dilingkungan
para pengamat dan pemikir muncul pendapat seperti golongan rasional
mengutamakan akal daripada wahyu, mendahulukan dan mngandalkan akal. Padahal
kita mengetahui bahwa bagi orang Islam telah dibekali wahyu oleh Allah swt
sebagai pedoman, tidak mungkin akan mendahulukan akal daripada wahyu. Karena
wahyu merupakan penuntun bagi akal seorang muslim dalam menghadapi kehidupan
ini. Maka dari itu seorang muslim tidak akan mungkin dapat mengikuti faham
rasionalis yang mengutamakan akal daripada wahyu sebagaimana yang berkembang di
dunia Barat.
PEMBAHASAN
HARUN NASUTION
(TEOLOGI RASIONAL)
A.
Biografi Harun
Nasution
Harun Nasution
lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara pada tanggal 23 September 1919 dan wafat
pada tanggal 18 September 1998 di Jakarta. Ia adalah putra ke-4 dari lima
bersaudara. Ayahnya bernama Abdul Jabbar Ahmad, seoraang ulama kelahiran Mandaling
yang berkecukupan, serta pernah menduduki jabatan sebagai Hakim, Penghulu, dan
Imam Masjid di Kabupaten Simalungun.
Beliau
menempuh pendidikan dasar disekolah Belanda yakni Hollandsh-Inlandsche School
(HIS), kemudian melanjutkan ke tingkat menengah yang berlandaskan Islam yakni
Moderne Islamietische Kweekschool (MIK). Karena desakan orang tua ia kemudian
meninggalkan MIK dan melanjutkan lagi studinya ke Makkah. Akan setelah kurang
lebih satu tahun di Makkah pada tahun 1939 memutuskan untuk pergi ke Mesir. Di negeri Piramida ini Harun Nasution mendalami Islam
di Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar namun merasa tidak puas dan
kemudian pindah Universitas Amerika di Kairo. Di Universitas ini Harun tidak
lagi mandalami studi Islam, melainkan ilmu pendidikan dan ilmu-ilmu sosial. Di Kairo ini, ia mendapatkan gelar B.A
(Bachelor of Art) dalam bidang sosial studies
pada tahun 1952 dengan nilai sangat memuaskan.
Setelah
mendapat gelar B.A Harun Nasution menikah dengan seorang wanita Mesir. Beliau
pernah menjadi pegawai konsulat Indonesia di Kairo, kemudian dari Mesir ia
ditarik ke Jakarta dan kemudian menjadi sekretaris pada kedutaan besar
Indonesia di Brussel, Belgia. kemudian tahun 1960 ia kembali ke Mesir , di
sanalah ia mendapat tawaran untuk melanjutkan studi di Universitas McGill,
Kanada. Untuk tingkat Magister beliau menulis
tentang “pemikiran mengenai Islam di Indonesia” dan untuk disertasinya beliau
menulis tentang “posisi akal dalam pemikiran teolog Muhammad Abduh”. Setelah
meraih doktor, Harun Nasution kembali ke tanah air dan mencurahkan perhatiannya
pada pengembangan pemikiran Islam melalui IAIN.[1]
B.
Harun Nasution
dan Teologi Rasional
Menurut Harun
Nasution teologi yang dapat memberdayakan dan membawa umat Islam pada kemajuan
adalah teologi rasional, bukan teologi tradisional. Terlebih dahulu perlu
dijelaskan apa yang dimaksud dengan teologi rasional dan tradisional. rasional
berasal dari kata rasio yang berarti pemikiran secara logis (masuk akal). Rasional berarti menurut pikiran dan
pertimbangan yang logis, menurut pikiran yang sehat, cocok dengan akal. Dengan
demikian teologi rasional dapat diartikan dengan teologi menurut pemikiran yang
logis dan sehat.[2]
Kebalikan dari
rasional adalah tradisional, kata ini berasal dari tradisi yang berarti
kebiasaan turun temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan di masyarakat,
penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan cara yang
baik. Tradisional berarti sikap dan cara berfikir serta bertindak yang selalu
berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun temurun
menurut adat. Dapat disimpulkan teologi tradisional adalah teologi yang selalu
berpegang teguh pada tradisi. Disamping itu teologi tradisional juga dapat
diartikan dengan teologi menurut pada pemikiran yang normatif dan tekstual,
yaitu pemikiran yang banyak terikat pada arti lafzhi atau harfiah dari
ayat-ayat Qur’an dan Sunnah.[3]
Pemikiran Harun Nasution tentang teologi rasional
berpijak pada beberapa poin penting berikut:
2.
Gerakan rasionalisasi Islam bukanlah sekularisme,
tetapi modernisasi atau pembaharuan pemikiran Islam yang melahirkan dinamisme.[5]
3.
Ayat suci
dengan realitas zaman. Menurut Harun Nasution, banyaknya ayat al-Qur’an yang tidak berbicara tentang
soal hidup kemasyarakatan, terdapat
hikmah yang sangat besar.
Masayrakat bersifat dinamis, senantiasa mengalami perubahan dan berkembang
mengikuti perubahan zaman. Peraturan dan hukum mempunyai efek yang mengikat,
dengan kata lain semua itu akan menjadikan perkembangan masyarakat akan
terhambat. Tuhan memberikan Manusia
akal agar dipergunakan untuk berpikir, karena manusia adalah sebagai khalifah
di muka bumi. Disinilah letak
hikmahnya mengapa
ayat al-Qur’an tidak banyak membicarakan soal hidup kemasyarakatan manusia.
Yang diberikan tuhan dalam al-Qur’an
ialah dasar-dasar atau patokan-patokan, dan di atas dasar-dasar dan
patokan-patokan inilah umat Islam mengatur hidup kemasyarakatannya.[6]
C.
Pembaharuan
Harun Nasution
Gagasan Harun tak lepas dari petualangan panjangnya. Yang paling
menonjol tentu saat ia menuntut ilmu di Makkah dan Mesir. Dikedua negeri
inilah, ia terkagum dengan pemikiran tokoh Muhammad Abduh, terutama
sekalitentang paham Mu’tazilah yang banyak mengan jurkan sikap-sikap qodariah.
Harun sering
menyatakan bahwa salah satu kemunduran umat Islam di Indonesia adalah akibat
dominasi asy’arisme yang bersifat jabariah (terlalu menyerah pada takdir). Maka
dari itu dari sekian banyak tulisannya Harun selalu menghubungkan akal dengan
wahyu, dengan lebih tajam lagi melihat fungsi akal itu dalam pandangan alqur’an
yang demikian penting dan bebas.
Harun memang
sangan tersosialisasi dalam tradisi intelektual dan akademis cosmopolitan
(barat). Tapi, sebenarnya hampir sepenuhnya ia mewarisi dasar-dasar pemikiran
Islam abad pertengahan. Penguasaanya yang mendalam terhadap pemikiran-pemikiran
para filusuf Islam, termasuk pengetahuannya yang luas
terhadap dunia tasawuf, membuat ia dapat merumuskan konsep yang akurat tentang
terapinya untuk membangun masyarakat Muslim Indonesia. Ia selalu mengatakan
bahwa kebangkitan umat Islam tidak hanya ditandai dengan emosi keagamaan yang
meluap-luap, tetapi harus berdasarkan pemikiran yang dalam, menyeluruh, dan filosofi
terhadap agama Islam itu sendiri. Semua itu dia buktikan dengan mewujudkan tiga
langkah,yang kerap disebut sebagai “Gebrakan Harun”.
1.
Gebrakan pertama,dia
meletakkan pemahaman yang mendasar dan menyeluruh terhadap Islam.
Menurutnya dalam Islam terdapat
dua kelompok ajaran. Yaitu ajaran yang pertama bersifat absolut dan mutlak benar,
universal, kekal, tidak berubah, dan tidak boleh diubah. Kedua, bersifat
absolut, namun relatif, tidak universal, tidak kekal, berubah, dan boleh
diubah.
2.
Gebrakan kedua, pembaharuan dalam bidang
pendidikan dilakukan saat ia
menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1973 (yang kini UIN). Gagasan
pembaharuan tersebut antara lain: menumbuhkan tradisi ilmiah, memperbarui
kulrikulum IAIN Syarif Hidayatullah, pembinaan tenaga dosen, menerbitkan Jurnal
Ilmiah, pengembangan perpustakaan, pengembangan organisasi.[7]
3.
Gebrakan ketiga, bersama menteri Agama Harun mengusahakan berdirinya
fakultas pasca sarjana pada 1982. Menurutnya, di Indonesia belum ada organisasi sosial yang
berprestasi melakukan pinpinan umat islam Masa depan. Baginya pimpinan harus
rasional, mengerti Islam secara komprehensif, tahu tentang Ilmu agama, dan menguasai
filsafat, karena menurutnya sangat penting untuk mengetahui pengertian ilmu
secara umum. Pimpinan seperti itulah yang diharapkan lahir dari fakultas pasca
sarjana.[8]
D.
Karya-karya Harun
Nasution
Ditengan
kesibukannya memberi kuliah dan memimpin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Harun
Nasution juga tercatat sebagai ilmuan yang produktif dalam bidang karya ilmiah.
Diantara karya ilmiah yang dihasilkannya adalah:
1.
Islam Ditinjau
Dari Berbagai Aspeknya
2.
Teologi Islam
3.
Filsafat Agama.
4.
Falsafat dan
Mistisisme dalam Islam.
5.
Pembaharuan
dalam Islam
6.
Akal dan Wahyu
dalam Islam.
7.
Muhammad Abduh
dan Teologi Rasional Mu’tazilah
8.
Islam Rasional.[9]
PENUTUP
Kesimpulan
Harun Nasution
merupakan seorang tokoh pembaharuan pemikiran teologi Islam di Indonesia dan ia
juga mengnggap bahwa dengan menggunakan rasionalitas masyarakat Islam Indonesia
dapat bergerak maju dan dinamis serta mampu bersaing dengan bangsa lain. Selain itu juga Harun
Nasution merupakan pelopor pemikiran rasionalitas di Indonesia.
Harun Nasution juga sebagai seorang
pendidik yang sejati sehingga ia bisa menjalani misinya dengan baik.
Kemampuannya dalam bidang Ilmu Kalam serta ide-ide pembaharuan yang dimilikinya
hanyalah sebagai alat untuk mengubah masyarakat dengan menggunakan pendidikan,
yakni IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai media.
Dalam pandangan Harun Nasution, pendidikan
Islam harus diarahkan untuk perwujudan tujuan pendidikan itu sendiri, yakni
mencetak manusia yang bertakwa atau manusia yang berakhlakul karimah. Sebab itu
sistem pendidikan yang dilaksanakan bukanlah “pengajaran agama,” melainkan
“pendidikan agama.” Di samping itu, khusus untuk IAIN beliau mengharapkan agar
alumninya tidak saja ahli di bidang agama, namun juga memiliki pengetahuan umum
dan akhlak.
[8]
Kiki Zakiah, Harun Nasution dan Pemikiran-pemikirannya. http://keyzaja.blogspot.com/2010/01/harun-nasution-dan-pemikiran.html diakses pada 11 Mei 2012
Langganan:
Komentar (Atom)

